Analisis
Di Media Sosial Membangun Opini, TNI Tak Netral di Pilpres 2019

Di Media Sosial Membangun Opini, TNI Tak Netral di Pilpres 2019


Oleh Firdaus Cahyadi | Senin, 05 November 2018 15:24 WIB | 227 Views

Sebenarnya perintah Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjantosudah jelas bahwa seluruh prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI)  haruslah netral dalam Pemilihan Presiden pada 2019 mendatang. Bahkan di berbagai media Panglima TNI menghimbau masyarakat melaporkan bila ada anggota TNI yang melanggar perintah tersebut.

Namun, berbeda di dunia maya. Di media sosial, justru penggiringan opini yang mengesankan TNI mendukung salah satu capres dalam pilpres 2019 tejadi. Dalam akun yang menamakan dirinya Muhamad Ali, pada 3 November 2018 di group UNITED MUSLIM CYBER ARMY© memposting seorang anggota TNI AD mengangkat tangan yang menyimbolkan dukungan terhadap capres tertentu. Meskipun dalam kenyataan belum tentu prajurit TNI AD itu bermaksud mendukung capres tertentu namun, dalam photo tersebut dituliskan, "​Biar lah banser banser mendukung 01.... Yang penting pasukan asli pilih dua jari". 


Photo tersebut bukan hanya menggiring opini seolah-olah TNI mendukung pasangan tertentu, namun juga membandingkannya dengan Banser NU. Meskipun Banser NU juga tidak pernah secara resmi mendukung pasangan capres tertentu.

Di tahun politik ini, apapun bisa dipolitisir untuk sekedar dukung mendukung capres tertentu. Dari ayat suci, Boyolali hingga foto anggota TNI bisa dipolitisasi untuk mendukung capres tertentu. Untuk kasus penggiringan opini melalui foto dukungan TNI pada capres tertentu ada baiknya TNI memberikan klarifikasi bahwa sejatinya TNI tetap netral dan foto itu tidak dimaksudkan untuk mendukung capres tertentu. Kenapa hal itu penting? Karena foto itu yang diposting di group UNITED MUSLIM CYBER ARMY© telah 77 kali dibagikan (per 5 November 2018, puklul 15.25 WIB). Jangan sampai justru timbul kesan TNI tidak netral dan mendukung capres tertentu yang kebetulan purnawirawan TNI.
 







analisis Lainnya