Analisis
Melebel PKI Rakyat Boyolali

Melebel PKI Rakyat Boyolali


Oleh Firdaus Cahyadi | Selasa, 06 November 2018 08:56 WIB | 161 Views

Setelah sebagian rakyat Boyolali, Jawa Tengah memprotes pernyataan capres Prabowo Subianto yang dinilai menghina mereka, kini di sosial media muncul labeling PKI (Partai Komunis Indonesia) sebagai respon dari protes masyarakat tersebut.

Munculnya penggiringan opini dengan melabel rakyat Boyolali sebagai PKI itu misalnya nampak dari akun di facebook yang menamakan dirinya Suryo Prabowo, pada tanggal 4 November 2018. Akun itu menulis, "gara-gara ribut “Tampang Boyolali”sehabis kondangan .....saat perjalanan kembali kerumah di Cijantung, malam ini saya sempatkan nyruput “Soto Boyolali” bentar, sambil ngliat kliping koran tahun 1955. itu aja .....".  Dalam postingannya, ia juga menyertakan foto tentang kliping koran perolehan suara PKI di Boyolali pada tahun 1955. Kliping koran itu berjudul,"Di Seluruh Surakarta PKI Leading".

Pada tanggal yang sama dengan postingan akun yang menamakan dirinya Suryo Prabowo, akun yang menamakan dirinya @RelawanProSandi  juga memposting di twitter "#KamiBersamaPrabowo #BoyolaliBermartabat Gen Lama bersemi kembali? Ternyata Keluarga Mas Joko (ibu & ayah) dari Boyolali loh! Mimin baru tau! Dan DN Aidit bersembunyi juga di BOYOLALI FAKTANYA BERBICARA! AYO #2019GantiPresiden #2019PrabowoSandi Mari Muslim Bersatu.."  Postingan tersebut juga disertai gambar klping koran yang sama dengan yang diposting akun Suryo Prabowo dalam facebooknya. Bahkan dalam postingannya akun @RelawanProSandi juga menyertakan gambar Muhmamadiyah sebagai temeng, NU sebagai banteng dan FPI sebagai Pedang. Sementara organisasi Islam lainnya sebagai busur panahnya.

Akun @RelawanProSandi di twitter bukan saja terang-terangan menggiring opini bahwa yang memprotes pernyataan Prabowo tentang Boyolali dengan label PKI namun juga mulai menarik organisasi massa Islam, NU dan Muhammadiyah dalam pusaran konflik ke pihak mereka. Tentu saja dengan asumsi dasar label tentang PKI terhadap masyarakat Boyolali yang protes.

Label PKI di Indonesia, sejak pembantaian massal tanpa proses pengadilan di 1965, sering dijadikan label untuk membungkam suara masyarakat, oleh pemerintahan Orde Baru. Pada saat Orde Baru berkuasa, rakyat yang menolak pembangunan waduk Kedungombo, juga diberikan label PKI untuk membungkam mereka.

Setelah Orde Baru tumbang, label PKI itu masih sering digunakan dengan alasan yang sama, membungkam suara yang berebeda dengan pihak tertentu. Di Banyuwangi misalnya, aktivis lingkungan hidup yang protes dengan keberadaan tambang emas Tumpang Pitu juga pernah diberikan label komunis.

Apakah benar rakyat Boyolali yang protes terhadap pernyataan capres Prabowo adalah PKI? Tentu itu tidak benar. Namun, meskipun begitu label itu tetap disematkan. Labeling PKI terhadap rakyat Boyolali yang protes terhadap pernyataan Prabowo bukan untuk dibuktikan benar atau salahnya, tapi untuk 'membunuh' karakter rakyat Boyolali yang sedang protes itu sendiri. Sekali lagi, cara-cara rejim fasis dan korup Orde Baru untuk membungkam suara rakyat masih terus digunakan hingga kini.







analisis Lainnya