Analisis
Menggoreng Razia Buku Kiri di Media Sosial

Menggoreng Razia Buku Kiri di Media Sosial


Oleh Firdaus Cahyadi | Jum'at, 11 Januari 2019 10:45 WIB | 205 Views

Di penghujung tahun 2018 lalu, aparat kepolisian dan militer melakukan razia dan menarik buku-buku yang diduga mempropagandakan paham Kiri, Parta Komunis Indonesia (PKI) dan berpaham komunis di daerah Kediri, Jawa Timur. Hal tersebut dilakukan pada Rabu (26/12/2018) pagi oleh gabungan aparat dan Pemda setempat. 

Razia buku yang diduga propaganda komunis itupun digoreng di media sosial untuk mendiskriditkan salah satu capres dengan menggunakan isu PKI.Salah satu media sosial yang menyebarkan itu adalah facebook dengan nama akun Dewi Khumairah. Pada tanggal 31 Desember pukul 01.08 WIB, ia memposting video yang memberitakan Presiden Jokowi mengistruksikan Panglima TNI dan Kapolri yang dinilai telah berlebihan dalam menangani isu komunisme.

Video tersebut memang pernah ditayangkan BeritaSatu TV. Akan tetapi, itu adalah berita lama yang telah dipublikasikan pada 13 Mei 2016. Perintah Jokowi tersebut karena melihat anggota TNI dan Polri di lapangan yang bertindak berlebihan dalam menangani isu tersebut. Tempo menulis bahwa perintah Jokowi itu setelah kepolisian, salah satunya jajaran Polres Grobogan bertindak reaktif dengan menyita sejumlah buku berisi cerita sejarah maupun cerita tentang tokoh PKI. Jadi, perintah Jokowi itu tidak terkait dengan razia buku komunisme di Kediri.

Bahkan dalam postingannya ia menuliskan, ​"Rakyat semakin paham dengen rezim ini. Penguasa kok malah menyalahkan TNI karna swiping buku PKI. #BRAVOTNI #BERSAMATNIINDONESIAKUAT #2019gantipresiden #2019prabowosandi #2019tenggelamkanrezimpkai"

Postingan akun facebook dengan nama akun Dewi Khumairah termasuk kategori hoax (Sketsatorial: Apa itu hoax dan bagaimana cara kita menyikapinya?), yaitu dalam kategori berita yang menyesatkan karena berita yang sudah lama kemudian diposting lagi di sosial media membuat kesan bahwa berita itu baru terjadi dan bisa menyesatkan orang yang tidak mengecek kembali tanggalnya. 

Dari peristiwa itu dapat dilihat bagaimana isu komunisme dan PKI masih saja digunakan dalam kampanye pilpres di media sosial.
 







analisis Lainnya