Analisis
#BahanDebatCapres2019 Penyebaran Paham Terorisme di Buruh Migran yang Terlupakan

#BahanDebatCapres2019 Penyebaran Paham Terorisme di Buruh Migran yang Terlupakan


Oleh Firdaus Cahyadi | Rabu, 16 Januari 2019 08:59 WIB | 227 Views

Debat pertama pada calon presiden akan dimulai. Salah satu tema dalam debat capres untuk pertama kalinya adalah terkait dengan terorisme. Bagaimana pandangan capres terkait dengan terorisme?

Hampir dapat dipastikan semua capres menolak adanya terorisme. Berdasar data yang dihimpun Migrant Care, seperti ditulis di bbc.com, sejak 2015 sudah ada sembilan buruh migran yang menjadi korban radikalisasi ISIS. Kebanyakan dari mereka dideportasi dari Hong Kong, Taiwan, Korea Selatan dan Singapura. Hampir semuanya adalah pembantu rumah tangga.

Sementara itu, seperti ditulis di website buruh migran, berdasarkan hasil penelitian Institute for Policy Analysis Conflict (IPAC) yang berjudul “Mothers to Bombers: The Evolution of Indonesian Women Extremists” kecanggihan teknologi semakin mempermudah Pekerja Migran Indonesia (PMI)/Buruh Migran terpengaruh kelompok ekstrimis melalui konten berupa artikel, gambar, maupun video melalui media sosial. PMI perempuan yang bekerja di sektor rumah tangga merupakan yang paling banyak terpengaruh.

Penyebaran paham terorisme di kalangan buruh migran ini tentu saja bukan hanya membahayakan keamanan negara asal maupun tujuan untuk bekerja, namun juga membahayakan keselamatan buruh migran itu sendiri.  Namun, menurut pemantauan SatuDunia dalam platform www.iklancapres.id, tak satupun capres yang mengangkat persoalan penyebaran paham terorisme di buruh migran dalam kampanye di media sosial. Ini seakan membenarkan hipotesis bahwa buruh migran belum medapatkan perhatian yang memadai dari calon pejabat publik, dalam hal ini calon presiden.

Keselamatan buruh migran yang terancam oleh paparan paham terorisme tidak dijadikan perhatian utama para kandidat presiden itu. Ini adalah ironis, karena Indonesia termasuk negara yang memiliki buruh migran, Indonesia merupakan negara kedua terbesar yang mengirim tenaga kerja ke kawasan ASEAN. Berdasarkan laporan World Bank (Bank Dunia), Indonesia menyumbang 18% tenaga kerja di ASEAN pada tahun 2015.

Untuk itulah, tak berlebihan bila penyebaran paham terorisme ini harusnya menjadi bahan debat capres kali ini. Namun, apakah para capres peduli, mengingat selama kampanye di media sosial mereka tidak pernah menyentuh isu ini?







analisis Lainnya