Analisis
Menanti Debat Capres ke-2: Akankah Adu Gagasan Mengangkat Kepentingan Perempuan?

Menanti Debat Capres ke-2: Akankah Adu Gagasan Mengangkat Kepentingan Perempuan?


Oleh Kalyanamitra | Rabu, 20 Februari 2019 15:08 WIB | 55 Views

 
Debat ke-2 pemilihan capres-cawapres akan mempertemukan dua kandidat presiden yaitu Jokowi dan Prabowo pada 17 Februari 2019 dengan mengangkat tema energi, pangan, sumber daya alam, dan lingkungan hidup. Debat kedua ini menjadi penting diikuti kembali untuk melihat apakah kedua paslon menggunakan perspektif gender dalam isu energi, pangan, sumber daya alam dan lingkungan hidup.  Seperti kita ketahui bahwa kedua kubu jarang mengangkat tema tersebut dalam materi kampanye yang terkait dengan isu perempuan.
 
Konflik terkait energi, pangan, sumber daya alam, dan lingkungan hidup banyak sekali yang berdampak terhadap kehidupan dan penghidupan perempuan. Perempuan kehilangan sumber-sumber penghidupannya akibat adanya sejumlah kebijakan terkait yang tidak memperhatikan kebutuhan praktis dan strategis perempuan. Padahal Indonesia sangat kaya akan sumber daya alam, di laut maupun di darat.
 
Namun demikian, selama enam bulan kampanye berjalan, kedua kubu tidak membahas soal tema ini dari perspektif gender kendati banyak kasus yang telah terjadi, seperti penanggulangan bencana alam yang seringkali tidak mengakomodir kebutuhan khusus perempuan, sengketa kepemilikan lahan, penggusuran, krisis pangan, serta penguasaan sumber-sumber daya alam yang meminggirkan perempuan. Dalam konteks ini, kehadiran perempuan seringkali tidak dianggap padahal perempuan memiliki peran besar dalam pengelolaan serta penanganannya, sehingga perempuan menjadi pihak yang paling terdampak ketika ada konflik di dalamnya.
 
Debat kedua nanti akan menjadi momen yang ditunggu untuk mengetahui bagaimana upaya dan strategi kedua paslon dalam mengatasi persoalan tersebut. Sampai saat ini kedua kubu masih berkompetisi untuk merebut pemilih perempuan, sehingga menjadi penting untuk memasukkan perspektif gender dalam mengemukakan gagasan atau argumennya.
 
Pun dalam sisa masa kampanye dua bulan ke depan, masing-masing tim pemenangan perlu mempertimbangkan untuk selalu memakai perspektif gender dalam materi kampanye dan mendaratkannya dengan bahasa yang mudah dipahami oleh masyarakat. Sehingga masyarakat dalam mencermati dengan jelas mana paslon yang memiliki visi untuk menyejahterakan rakyat dan mana yang justru akan memberikan kerugian bagi rakyat, bangsa, dan negara.







analisis Lainnya