Analisis
Sebulan Kampanye Pilpres, Kampanye Isu Lingkungan Hidup di Media Sosial Masih Monolog

Sebulan Kampanye Pilpres, Kampanye Isu Lingkungan Hidup di Media Sosial Masih Monolog


Oleh Firdaus Cahyadi | Senin, 29 Oktober 2018 14:36 WIB | 232 Views

Sebulan sudah masa kampanye calon presiden (capres) untuk pilpres 2019 digelar. Kampanye di media sosial pun mulai muncul di media sosial. Namun, menurut pantauan SatuDunia, kampanye di media sosial untuk isu lingkungan hidup masih jarang dimunculkan di media sosial.

Menurut pantauan SatuDunia, kampanye di media sosial untuk isu lingkungan hidup, dalam sebulan masa kampanye hingga analisis ini dibuat (29/10), hanya 1 kampanye dari masing-masing capres.

Kubu pasangan nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf misalnya, dalam kampanyenya di twitter mengungkapkan penurunan angka kebakaran hutan sejak Jokowi menjadi presiden. Menurut kicauan twitter Partai Nasdem (26/10), salah satu parpol pendukung Jokowi, angka kebakaran hutan, sejak Jokowi menjadi presiden turun hingga 92%. Kampanye penurunan kebakaran hutan itu tentu juga sekaligus sebagai kampanye Partai Nasdem dalam pemilihan legislatif. Hal itu disebabkan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan berasal dari kader Partai Nasdem.

Sementara kampanye pasangan nomor urut 02, Prabowo-Sandi, secara tidak langsung mengangkat isu eko-wisata di pemandian air panas di Padusan, Mojokerto, Jawa Timur. Sebagai pihak penantang dalam pilpres 2019, Sandiaga dalam akun di instagramnya mengkritik pemerintah yang belum melakukan sentuhan yang komperhensif di kawasan wisata itu. 

Meskipun, secara langsung ataupun tidak, sudah mulai mengangkat isu lingkungan hidup dalam kampanyenya di media sosial, namun kampanye mereka belum mengarah kepada persoalan substantif. Bahkan kampanye mereka tidak menghasilkan sebuah dialog yang mencerdaskan publik di media sosial.

Kampanye terkait penurunan kebakaran hutan misalnya, tidak menghasilkan sebuah dialog tentang konsep pengelolaan hutan yang melibatkan multi-pihak, pemerintah, swasta dan masyarakat ke depannya. Bagaimana kaitannya konflik-konflik agraria di sektor kehutanan dengan penurunan kebakaran hutan yang diklaim hingga mencapai 92% itu?

Begitu juga dengan isu lingkungan terkait dengan eko-wisata yang coba diangkat oleh Sandiaga Uno. Tidak muncul konsep kebijakan mengenai pengelolaan eko-wisata yang mereka tawarkan sebagai alternatif dari kritiknya terkait belum adanya sentuhan dari pemerintah yang komperhensif terhadap kawasan wisata itu.

Nampanya, masing-masing capres dalam sebulan masa kampanye awal ini, masih malas berkampanye mengangkat isu lingkungan hidup. Padahal, isu lingkungan hidup ini sejatinya adalah isu krusial. Bagaimana tidak, kehancuran lingkungan hidup berarti kehancuran pula sumber-sumber kehidupan warga. 







analisis Lainnya