Berita Terkini

Tanpa Kisi-kisi, Akan Terlihat Otentik


Oleh Suara Merdeka | Senin, 18 Februari 2019 16:12 WIB | 31 Views

JAKARTA- Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Hasil Muktamar Jakarta Humphrey Djemat berharap debat capres kedua yang digelar pada 17 Februari mendatang bisa lebih menarik dan berbeda dengan debat pertama.

Pada debat kedua nanti juga tidak ada kisi-kisi atau bocoran untuk peserta debat antara Capres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) atau Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto.

“Artinya dalam debat kedua nanti otentiknya jawaban dari sang capres di panggung bisa terlihat,” ujar Humphrey di Jakarta, Kamis (14/2). Dikatakannya lebih lanjut, debat kedua nanti juga harus dipersiapkan format secara matang sehingga bisa memunculkan konsep atau gagasan besar dari peserta debat.

Apalagi dalam debat kedua nanti yang tampil hanya dua capres sehingga waktunya cukup tersedia memunculkan argumentasi yamg bernas atau bermutu yang didukung data dan fakta yang bisa dipertanggung jawabkan.

“Dalam debat nanti juga ada segmen pertarungan bebas di antara kedua peserta yang bisa menciptakan suasana debat sesungguhnya. Ini harus bisa dimanfaatkan dengan baik oleh kedua capres,” tandasnya. Sementara itu, Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) memprediksi debat capres kedua Pilpres 2019 bakal berfokus kepada dua dari lima tema yang diangkat.

Direktur Perludem Titi Anggraini mengatakan berdasarkan visi dan misi masing-masing kandidat, debat akan berfokus di isu infrastruktur dan pangan. “Kalau kami lihat Jokowi- Amin penekanannya pada dua tema itu, energi dan infrastruktur.

Kalau Prabowo-Sandi itu memang fokus mereka adalah pangan,” kata Titi pada diskusi Prioritas Sektor Energi dan Tata Kelola SDAdalam Visi di Cikini, Jakarta, kemarin. Dalam dokumen visi dan misi, ucap Titi, pasangan calon nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf sebanyak 27 kali menyebut energi, 26 kali infrastruktur, 16 kali pangan, 12 kali tentang sumber daya alam.

Titi berujar meski jumlah pembahasan energi lebih banyak, pembahasan infrastruktur oleh Jokowi mencakup banyak bidang. Sementara paslon nomor urut 02 Prabowo-Sandi disebut Titi konsisten dalam urusan pangan.

Dalam dokumen visi dan misi, mereka menyebut pangan sebanyak 14 kali, sumber daya alam sekali, lingkungan hidup 3 kali, dan infrastruktur 6 kali. Lebih lanjut, Titi berharap Jokowi dan Prabowo bisa memperbaiki performa dalam debat kedua. Sebab, KPU sudah melakukan beberapa perubahan format debat agar lebih bisa menggali gagasan mereka.

Isu Lingkungan

Sementara itu, Yayasan Satu Dunia selama ini concern terhadap isu-isu lingkungan menilai, masingmasing calon masih minim berkampanye menyampaikan isu lingkungan.

“Terlebih saat ini krisis ekologi telah terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia, maka isu lingkungan sesungguhnya sangat penting untuk diangkat,” ujar Direktur Yayasan Satu Dunia Firdaus Cahyadi. Berdasarkan data di media sosial, ternyata menunjukan bahwa tim kampanye resmi mereka tidak banyak mengangkat isu lingkungan hidup dalam kampanye mereka.

“Menurut data dari www.iklancapres. id, sejak awal kampanye hingga akhir bulan Januari 2019, pasangan Capres 01 mengangkat isu lingkungan hidup dalam kampanye mereka di media sosial hanya sebanyak 15 kali,” jelasnya. Sedangkan dengan isu ekonomi yang diangkat pasangan capres 01 yang sudah mencapai 233 kali.

Hal yang sama, menurut Firdaus Cahyadi, juga terjadi di pasangan Capres 02. “Sejak awal masa kampanye, pasangan Capres 02 hanya 11 kali mengangkat isu lingkungan hidup dalam kampanye mereka,î tegasnya, Sementara, pasangan capres 02 telah mengangkat isu ekonomi dalam kampanye mereka sebanyak 340 kali. (J13,ant,cnnind-64)
 

  1. https://www.suaramerdeka.com/smcetak/baca/167775/tanpa-kisi-kisi-akan-terlihat-otentik







Berita Lainnya