Berita Terkini
Pemantau: Timses Capres Dinilai Minim Manfaatkan Medsos Kampanyekan Isu Lokal

Pemantau: Timses Capres Dinilai Minim Manfaatkan Medsos Kampanyekan Isu Lokal


Oleh Alagraph.com | Senin, 18 Februari 2019 16:27 WIB | 69 Views

Alagraph.com, Makassar - Pemantau konten kampanye Pilpres 2019, lembaga SatuDunia, menyayangkam minimnya kemunculan konten media sosial (Medsos) tim sukses (timses) kedua Calon Presiden (Capres) di daerah yang mengangkat isu lokal.
“Harusnya timses mengangkat persoalan daerah ke permukaan, misalnya lewat medsos, karena timses lebih tahu persoalan yang ada di daerahnya masing-masing,” kata Program Manager SatuDunia, Anwari Natari.
Anwari menambakan, mengangkat isu lokal lewat medsos sedikitnya punya dua alasan. Pertama, karena sifatnya daring, medsos membuat konten lokal berpotensi terangkat ke tingkat nasional alias viral. Kedua, medsos merupakan media utama yang digunakan kalangan milenial. “Kedua timses kan butuh suara milenial. Semestinya, mereka menyampaikan turunan visi-misi capresnya dengan konteks lokal dan bahasa yang membumi bagi kaum milenial,” katanya, Rabu (13/2/2019).
SatuDunia juga menyayangkan masih minimnya obrolan tentang isu masyarakat sipil, terutama lingkungan dan gender.   
Hasil pantauan SatuDunia pada konten kampanye capres yang datanya driekam di laman iklancapres.id 
Misalnya, Banjarmasin, Kalimantan, masih minimnya konten isu lingkungan yang diangkat timses kedua kubu. Padahal, kata Anwari, mereka pasti tahu banyaknya bencana ekologis di Kalimantan.
“Begitu juga di Makassar, akun medsos politikus pendukung kedua kubu nyaris tak ada yang bicara soal persoalan lingkungan di Sulawesi,” ujar Anwari. 
Ia juga mahfum politikus lokal tampaknya lebih fokus mengampanyekan dirinya sebagai Calon Legislatif (Caleg).
Anwari pun mengimbau agar politikus di daerah mau mengangkat persoalan di daerah masing-masing ke tingkat nasional agar obrolan di media massa tak melulu “Jakartasentris”.  
Salah satu caranya ialah dengan menyampaikannya lewat medsos karena berpotensi viral dan merupakan media utama kalangan milenial. 
Sementara, JURnaL Celebes sebagai organisasi yang berbasis lingkungan hidup dan media dalam pemantauan ini menilai isu lingkungan hidup masih tetap terpinggirkan. 
Selain minim, isu lingkungan dalam kampanye capres di medsos, juga tidak substansi. Justru yang muncul hanya informasi kegiatan seremonial yang terkait dengan lingkungan hidup.
Direktur JURnaL Celebes, Mustam Arif,  menjelaaskan, di Sulawesi Selatan, para tim sukses capres dalam konteks pemantauan ini, tidak pernah menyinggung atau menyuarakan isu lingkungan sebagai materi kampanye di media sosial. 
Sejak pemantauan iklan capres di media sosial mulai Oktober 2018 hingga Januari 2019, hanya 30 informasi yang muncul. 
Dari jumlah tersebut, hanya ada satu informasi terkait lingkungan hidup di Sulawesi Selatan yang muncul, yakni tentang Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Sidrap. Itu pun bukan dari akun timses lokal, tetapi dipublikasi akun resmi Istagram Jokowi-Ma’ruf pada sub tema udara bersih dan sub tema perubahan iklim.
Dari 30 kemunculan informasi di media sosial itu, semuanya hanya berupa kegiatan atau pernyataan-pernyataan yang terkait atau dikaitkan dengan isu lingkungan hidup. 
“Padahal, isu lingkungan hidup mempunyai peran strategis saat ini dan ke depan nantinya,” kata Mustam.
Mustam, menejlaskan, misalnya isu degradasi hutan karena ekspansi perkebunan, izin pertambangan dan illegal logging, konflik tenurial, krisis tata ruang, bencana ekologis, reklamasi, sampah plastik, pencemaran udara adalah ancaman serius lingkungan hidup ke depan. 
Sayang problem-problem ini justru terpinggirkan, luput dari perhatian para capres atau tim sukses.  
JURnaL Celebes juga menyayangkan para timses capres tingkat lokal mengabaikan dan menilai timses di daerah kurang memiliki kreativitas memanfaatkan media sosial. 
“Hampir tidak ada akun resmi media sosial capres atau tim sukses di Sulawesi Selatan,” ujar Mustam. 
Ada akun pribadi tim sukses tetapi kebanyakan akun-akun itu sepi dari informasi substantif mengampanyekan capres. JURnaL Celebes menilai, ini juga salah satu konsekuensi ketika Pilpres bersamaan dengan pemilihan legislatif (Pileg). 
“Mungkin saja ada kecenderungan caleg dari partai pendukung lebih konsentrasi pada kampanye caleg mereka, daripada kampanye Pilpres, karena berpikir Pilpres itu urusan di pusat,” kata Mustam.

https://www.alagraph.com/berita/detail/pemantau-timses-capres-dinilai-minim-manfaatkan-medsos-untuk-kampanyekan-isu-lokal







Berita Lainnya