Berita Terkini
Medsos Dianggap Gak Penting oleh Tim Kampanye Daerah

Medsos Dianggap Gak Penting oleh Tim Kampanye Daerah


Oleh Rio Anthony | Senin, 18 Februari 2019 16:30 WIB | 82 Views

Makassar, (Tagar 13/2/2019) - Yayasan Pengolahan Informasi dan Pengetahuan SatuDunia melakukan survey di Makassar, Jakarta, dan Banjarmasin sejak 8 Juli 2018 hingga 13 Februari 2019. Ternyata, tim sukses capres dan cawapres daerah sangat minim kampanye di media sosial (medsos).

SatuDunia menganalisis kampanye capres, hasilnya ditampilkan melalui laman iklancapres.id. Pemantauan berdasarkan kemunculan konten kampanye lewat akun resmi tim sukses, capres, dan partai pendukung. Selama periode pemantauan, dipantau total 1.830 kemunculan kampanye di medsos.

"Semestinya para timses di tingkat lokal memanfaatkan media sosial yang strategis ini mengkampanyekan gagasan-gagasan capres yang juga berkontribusi pada tumbuhnya proses demokrasi yang sehat," kata Program Manager SatuDunia Anwari Natary kepada Tagar News di Makassar, Rabu (13/2).

SatuDunia memantau konten kampanye capres bersama JURnaL Celebes di Makassar dan Walhi Kaltim di Banjarmasin. Selama periode di atas, mereka mengamati kedua kubu pasangan capres melalui akun resmi di Twitter, Facebook, dan Instagram.

Menurut pemantauan, kampanye Joko Widodo-Ma'ruf Amin paling sering muncul di Instagram, yakni 406 kali, dibandingkan Facebook (334 kali), dan Twitter (117 kali). Begitu juga Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, konten kampanye mereka paling banyak muncul di Instagram, (519 kali), lalu Twitter (354 kali), Facebook (98 kali), dan Youtube (dua kali).

Meski begitu, kemunculan konten kampanye lebih banyak didominasi isu nasional yang dibawa oleh masing-masing capres maupun partai pengusungnya. Akun resmi tim sukses di daerah, sangat minim atau hampir tidak pernah mengangkat isu lokal. Padahal konteks lokal penting untuk menggaet suara pemilih, terutama pada kalangan millenial sebagai pengguna utama medsos.

"Ada akun-akun pribadi timses atau caleg dari partai pendukung, namun tidak dimanfaatkan secara maksimal untuk kampanye secara substansif. Kalau pun ada, hanya bersifat informasi kegiatan, slogan, atau meme yang tidak berkontribusi pada tujuan kampanye," ujar Anwari.

Menurut Anwar, kampanye capres di medsos belum mengangkat isu masyarakat sipil secara merata. Selama ini, konten yang muncul hanya menjawab persoalan pragmatisme warga, yakni ekonomi dan demokrasi.

Capres dan Timses seharusnya bisa berfokus pada isu lain yang penting dibahas. Antara lain seputar gender atau perempuan, keberagaman, korupsi, keadilan hukum, lingkungan hidup, hingga disabilitas. Semakin banyak isu yang dijangkau, potensi mendulang suara mengambang atau swing voters semakin besar.

"Hasil pemantauan kami, timses hanya menyampaikan isu tertentu saja. Seolah-olah persoalan warga hanya menyangkut perut. Sedangkan pembahasan lain yang gampang diingat belum massif," Anwar menerangkan.

Sementara itu, Direktur JURnaL Celebes Mustam Arif mengatakan, isu lingkungan hidup hanya menjadi bagian kecil dari konten kampanye capres. Selain minim, yang muncul kerap kali hanya informasi kegiatan seremonial yang terkait dengan lingkungan hidup.

Menurut pemantauan, hanya ada 30 kali isu lingkungan dibahas melalui akun resmi kedua kubu capres. Dari jumlah tersebut, semuanya hanya berupa kegiatan atau pernyataan yang terakit atau dikaitkan dengan isu lingkungan hidup. Informasi yang minim kemudian dilanjut dengan klaim dan janji-janji.

Padahal, kata Mustam, isu lingkungan hidup punya peran strategis saat ini dan ke depan. Degradasai hutan karena ekspansi perkebunan, izin pertambangan dan illegal logging, krisis tata ruang, sampah plasik, dan lainnya adalah ancaman serius lingkungan hidup ke depan.

"Namun sayangnya masalah itu justru terpinggirkan dan luput dari perhatian capres atau tim sukses. Kami juga menyayangkan para timses di tingkat lokal yang mengabaikan atau kurang memiliki kreativitas memanfaatkan media sosial," kata Mustam. []

https://www.tagar.id/medsos-dianggap-gak-penting-oleh-tim-kampanye-daerah/







Berita Lainnya