Berita Terkini
Timses 01 dan 02 di Daerah Dinilai Minim Kampanye Melalui Medsos

Timses 01 dan 02 di Daerah Dinilai Minim Kampanye Melalui Medsos


Oleh JawaPos.com | Senin, 18 Februari 2019 16:39 WIB | 43 Views

JawaPos.com- Yayasan Pengolahan Informasi dan Pengetahuan SatuDunia merilis hasil penelitian soal kampanye Capres dan Cawapres di media sosial (medsos), Rabu (13/2). Hasilnya, tim sukses dari masing-masing paslon yang ada di daerah kurang gencar berkampanye di medsos.

Penelitian dilakukan di tiga kota mulai 8 Juli 2018 hingga 13 Februari 2019. Ketiga kota itu yakni Makassar, Jakarta, dan Banjarmasin.

"Semestinya para timses di tingkat lokal bisa memanfaatkan medsos untuk mengampanyekan gagasan-gagasan capres yang juga berkontribusi pada tumbuhnya proses demokrasi yang sehat," jelas Program Manager SatuDunia Anwari Natary di Makassar, Rabu (13/2).

SatuDunia menganalisis kampanye capres dan hasilnya ditampilkan melalui website resmi iklancapres.id. Pemantauan berdasarkan kemunculan konten kampanye lewat akun resmi tim sukses, capres, dan partai pendukung. Selama periode pemantauan, total 1.830 kemunculan kampanye di medsos.

SatuDunia memantau konten kampanye capres di Makassar menggandeng JURnaL Celebes. Sedangkan di Banjarmasin SatuDunia merangkul Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kalsel. Selama periode tersebut, mereka mengamati kedua kubu pasangan capres melalui akun resmi di TwitterFacebook, hingga Instagram.

Anwari menyebutkan, berdasarkan hasil pemantauan paslon nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin paling sering muncul di Instagram dengan nilai akumulasi mencapai 406 kali. Jumlah tersebut lebih banyak ketimbang di Facebook, 334 kali; dan Twitter sebanyak 117 kali.

Begitu paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Konten kampanye mereka paling banyak muncul di Instagram sebanyak 519 kali, lalu Twitter 354 kali, Facebook 98 kali.

"Ada akun-akun pribadi timses atau caleg dari partai pendukung, namun tidak dimanfaatkan secara maksimal untuk kampanye secara substansif. Kalau pun ada, hanya bersifat informasi kegiatan, slogan, atau meme yang tidak berkontribusi pada tujuan kampanye," jelas Anwari.

Selain itu kemunculan konten kampanye lebih banyak didominasi isu nasional yang dibawa oleh masing-masing capres maupun partai pengusungnya. Adapun akun resmi tim sukses, terutama di daerah, sangat minim atau hampir tidak pernah mengangkat isu lokal. Padahal konteks lokal penting untuk menggaet suara pemilih. Terutama pada kalangan milenial sebagai pengguna utama medsos.

Kampanye capres di medsos belum mengangkat isu masyarakat secara merata. Selama ini, konten yang muncul hanya menjawab persoalan pragmatisme warga, yakni ekonomi dan demokrasi.

Seharusnya ada isu lain yang bisa di-follow up masing-masing kubu. Antara lain seputar gender, keberagaman, korupsi, keadilan hukum, lingkungan hidup, hingga disabilitas. Semakin banyak isu yang dijangkau, potensi mendulang suara mengambang atau swing voters akan jauh lebih besar.

"Hasil pemantauan kami, timses hanya menyampaikan isu tertentu saja. Seolah-olah persoalan warga hanya menyangkut perut. Sedangkan pembahasan lain yang gampang diingat belum masif," tutupnya.


https://www.jawapos.com/jpg-today/13/02/2019/timses-01-dan-02-di-daerah-dinilai-minim-kampanye-melalui-medsos







Berita Lainnya