Berita Terkini
Kampanye Tim Capres-Cawapres di Media Sosial Dinilai Masih Minim

Kampanye Tim Capres-Cawapres di Media Sosial Dinilai Masih Minim


Oleh Luqman Zainuddin | Senin, 18 Februari 2019 16:43 WIB | 45 Views

MAKASSAR - Tim sukses kedua Calon Presiden dan Wakil Presiden (Capres-Cawapres) dianggap belum memaksimalkan kampanye di Media Sosial (Medsos). Hal itu terlihat dari penelitian Jurnal Celebes dan Satu Dunia dalam rilis hasil pemantauan konten kampanye.

Pengamatan lembaga pemantau konten kampanye tersebut dilakukan di 3 daerah sekaligus. Masing-masing Jakarta, Banjarmasin, dan Makassar. Pemantauan itu dilakukan pada periode 8 Juli hingga 13 Februari. Pemantauan dilakukan secara manual, tanpa menggunakan mesin tracking. 

Selama pemantauan, mereka menemukan fakta, bahwa nyaris tak ada akun resmi Medsos dari tim sukses dan partai pendukung, khususnya di Sulsel. Ada akun pribadi, namun tidak dimanfaatkan untuk kampanye secara substantif. Kalaupun ada, dianggap hanya bersifat informasi kegiatan, meme, dan slogan yang dianggap tidak berkontribusi untuk tujuan kampanye. 
 

Baca Juga:

Program Manager Satu Dunia, Anwari Natari menyayangkan, minimnya kemunculan konten Medsos kedua Tim Capres di daerah. Baik dalam hal mengangkat isu lokal, ataupun mengendorse isu-isu nasional, seperti isu lingkungan hidup, gender, dan isu strategis lainnya yang selama ini terpinggirkan oleh isu politik dan ekonomi. 

"Timses lokal kan lebih memahami, persoalan daerah masing-masing. Mereka seharusnya mengangkat ini ke permukaan. Lewat Medsos salah satunya," ucap Anwari saat merilis di Warkop Bundu, Jalan Aroepala. 

Anwari melanjutkan, mengangkat konten lokal lewat Medsos sedikitnya punya dua alasan. Yakni, potensi viral lebih besar, karena dibagikan lewat Medsos yang sifatnya daring. Alasan lainnya, Medos adalah media utama yang digunakan oleh kalangan millenial. 

Sementara, kedua tim sama-sama mengaku mengejar suara pemilih millenial. Seharusnya kata Anwari, kedua tim menyampaikan turunan visi dan misi kandidatnya dengan konteks lokal dan bahasa yang membumi bagi kaum millenials. 

Anwari juga menyayangkan, minimnya obrolan tentang isu masyarakat sipil, terutama lingkungan dan gender. Di mana, secara total, mereka menemukan ada 1.830 postingan, baik di akun kandidat langsung, maupun akun resmi pendukung. 

Adapun rinciannya: Isu gender muncul sebanyak 39 kali dari kedua pasangan Capres dan Cawapres, isu keberagaman muncul 225 kali, isu korupsi muncul 35 kali, isu keadilan hukum 61 kali, isu lingkungan hidup muncul 30 kali, isu ekonomi muncul 618 kali, isu demokrasi dan HAM muncul 671 kali, isu bencana alam muncul 51 kali, isu hoax muncul 75 kali dan isu disabilitas muncul 25 kali. 

"Begitu juga di Makassar, akun Medsos politikus pendukung ke dua kubu nyaris tak ada yang bicara persoalan lingkungan di Sulawesi," katanya. 

Anwari pun berharap, agar politikus di daerah mau berbicara mengenai konten lokal dan mengangkatnya ke level nasional. Supaya, obrolan di Medsos tak selalu mengenai Jakarta. Cara yang paling gampang untuk mengangkat konten lokal itu kata dia, adalah melalui Media sosial. 

Sebab, menurutnya, minimnya pemanfaatan Medsos dinilai bisa memberikan peluang pada bagi informasi hoaks menjadi konsumsi masyarakat di Medsos.
https://makassar.sindonews.com/read/21181/1/kampanye-tim-caprescawapres-di-media-sosial-dinilai-masih-minim-1550120547







Berita Lainnya