Opini dan Komentar
Reuni 212, Bawaslu Kecolongan atau Tak Berdaya?

Reuni 212, Bawaslu Kecolongan atau Tak Berdaya?


Oleh Firdaus Cahyadi | Rabu, 05 Desember 2018 11:59 WIB | 224 Views

Antara kecolongan dan tak berdaya. Itu mungkin kalimat yang tepat untuk menggambarkan sikap Bawaslu dalam merespon reuni 212. Bagaimana tidak,  anggota Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo di salah satu media daring menyatakan tak ada unsur pelanggaran kampanye dalam reuni 212.

Padahal, jika Bawaslu memantau perbincangan di media sosial, potensi dibelokannya acara reuni 212 menjadi ajang kampanye sudah nampak sebelum acara dilakukan. Bahkan akun @maspiyuuu (https://twitter.com/maspiyuuu/status/1051710971679391744?s=17) pada 14 Oktober 2018, jauh sebelum acara reunian digelar memposting di twitter bahwa reuni itu adalah deklarasi relawan Prabwo Sandi. Menjelang hari 'H' reuni, makin banyak posting di akun dan group media sosial pendukung Prabowo Sandi yang berisi ajakan untuk datang di acara reuni 212.

Tapi itu kan bukan akun resmi Prabowo Sandi dan di lapangan juga tidak terjadi kampanye? Benar, bahwa akun media sosial yang membelokan acara reuni 212 seolah acara kampanye bukanlah akun resmi. Namun, temuan di lapangan justru membenarkan bahwa reuni 212 adalah sebuah acara kampanye terselubung. Panitia Reuni Akbar 212 misalnya, memutar lagu yang menyinggung ganti presiden. Lagu itu dikumandangkan usai memperdengarkan ceramah Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab di Monumen Nasional (Monas). Meskipun tidak secara jelas menyebut Jokowi, namun dalam sisi konteks, sulit untuk tidak mengatakan bahwa yang dimaksud dari lirik lagu itu adalah Jokowi.

Dalam perhelatan kampanye pilpres 2019 ini memang Bawaslu seperti tidak berdaya. Sebelumnya, pada saat ramainya kasus dugaan politik uang Capres Kardus, Bawaslu juga tidak berdaya hanya karena tidak dapat memeriksa Andi Arief, politisi Partai Demokrat, yang pertama kali mensinyalir dugaan politik uang itu. Kenapa Bawaslu sering kecolongan dan nampak tidak berdaya ketika berhadapan dengan capres tertentu? Pertanyaan itu harus dijawab Bawaslu dengan tindakan yang membuktikan bahwa Bawaslu bukan bagian dari pendukung capres tertentu yang pada 2019 akan berlaga.


Apakah anda memiliki pandangan atau opini yang ingin anda tampilkan di website ini? mari bergabung bersama kami dan tulis opini anda terkait Iklan capres dan kampanye capres.
Kirim Opini Anda





Opini Anda Lainnya