Opini dan Komentar

Lingkungan Hidup Indonesiaku


Oleh Yusrotul Rusda | Rabu, 20 Februari 2019 12:35 WIB | 36 Views

Indonesia merupakan salah satu wilayah yang terbentang luas dibelahan bumi timur. Negara yang sangat kaya akan sumberdaya alamnya ini tak terlepas dari keanekaragaman hayati yang begitu subur di tanah Indonesia. Lingkungan hidup layaknya surga sudah sejatinya nyata di mata dunia. 
Tapi, itu Indonesiaku yang dulu, yang derasan airnya selalu mengalir disepanjang sungai-sungai pelosok desa. Pohon rindang masih leluasa hidup dipinggiran jalan raya. Rumah-rumah yang masih mempunyai halaman depan untuk sekedar bermain bersama kawan. Ombak laut yang tak mampu menerpa mulut pantai karena kokohnya akar yang melindunginya. Tapi sekali lagi, itu Indonesiaku yang dulu. 
Indonesiaku sekarang menyedihkan. Air yang tak mampu lagi memberikan suara gemercik karena tersumpal oleh sampah-sampah tangan, bukan hanya itu, bahkan sampah perabotan. Warna yang sebening kristal kini menjadi hitam pekat ditambah aroma busuk yang mengikat hidung rakyat yang lewat. Jalanan dipenuhi gedung-gedung bertingkat, kicauan burung yang merdu kini berganti dengan suara kuda bermesin yang memekakkan mata. 
Dimana janji penguasa?
Apakah dengan menukar kelestarian alam dengan emas, perak dan sebagainya sebagai bukti mensejahterakan rakyat?
Apakah meratakan gunung, menebang pohon untuk dijadikan proyek akan menambah maju perekonomian masyarakat?
Atau dengan penggelapan dan penangkapan hasil laut yang menipu para nelayan?

Hentikan!
Indonesia hanya perlu kekuatan untuk sadar.
Bukan melakukan kegiatan yang ujung-ujungnya hanya atas dasar uang.
Bukan meneriakkan slogan kebersihan, go green, atau semacamnya yang sekedar hanya wacana belaka.
Jangan cuma bangga duduk di kursi empuk, jas dan dasi selalu setia menemani hidup, perintah sana perintah sini. Sedangkan rakyat kecil menjerit resah  ketakutan bila alam mengamuk dan menghancurkan mereka. 
Turunlah sejenak, kemudian lihatlah!
Betapa mirisnya alam Indonesiaku ini. Bertindaklah hai penguasa. Tegaslah! dan Yakinlah! Bahwa bukan hanya rakyat kecil yang merusak, tapi traktor-traktor baja yang dengan mudahnya kau persilahkan.


Link rujukan

http://www.iklancapres.id/analisis/read/4/kampanye-pilpres-2019-di-media-sosial-lingkungan-hidup-belum-dianggap-penting.html


Apakah anda memiliki pandangan atau opini yang ingin anda tampilkan di website ini? mari bergabung bersama kami dan tulis opini anda terkait Iklan capres dan kampanye capres.
Kirim Opini Anda





Opini Anda Lainnya