Opini dan Komentar

Mari Memilih Dengan Cerdas


Oleh Dika Prasetyo W | Rabu, 20 Februari 2019 13:31 WIB | 83 Views

Pesta demokrasi terbesar di Indonesia segera akan digelar kembali pada bulan April 2019. Event politik lima tahunan ini sangat dinantikan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Tidak hanya sekadar mencari sosok pemimpin untuk periode lima tahun mendatang tetapi lebih dari itu, Pemilu tahun 2019 ini diharapkan mampu menghasilkan pemimpin dari hasil kampanye yang lebih transparan, cerdas dan inovatif.

Banyak lembaga penelitian menyajikan data Kampanye di media yang dilakukan oleh kedua pasangan capres serta cawapres terpilih untuk kampanye 2019 yaitu pasangan 01 Joko Widodo- KH. Mahruf Amin serta pasangan 02 H. Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno. Kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden tersebut merupakan pilihan yang diusung oleh partai politik koalisi dan sudah disahkan secara hukum oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

www.iklancapres.id

Berdasarkan data yang ditunjukkan oleh website www.iklancapres.id kedua pasangan tersebut sudah melakukan kampanye di media sosial seperti Facebook, Twitter dan Instagram. Website http://www.iklancapres.id  ini dibangun untuk menayangkan data belanja iklan setiap calon presiden dan calon wakil presiden peserta Pemilihan Presiden 2019. Media Iklan yang dipantau adalah televisi,  dan media cetak (koran) di 3 kota, yaitu DKI Jakarta, Makassar, dan Banjarmasin. Adapun tujuan dari website tersebut adalah untuk membantu upaya-upaya analisis, kritik, dan pemantauan terhadap perilaku beriklan para capres, dalam hal ini terutama melalui pengamatan terhadap belanja iklan capres di media massa.

Konstelasi Pilpres pada tahun 2019 ini tidak bisa dibilang landai-landai saja, namun pada Pilpres kali ini suhu kompetisi perpolitikan tingkat nasional tersebut dapat dikatakan menghangat. Kedua pasangan calon capres-cawapres saling menawarkan visi dan misi apabila mereka terpilih menjadi pemenang dalam kompetisi tersebut. Beragam media kampanye termasuk media konvensional maupun digital seperti pemasangan baliho dan spanduk hingga media sosial seperti Facebook, Instagram dan Twitter menjadi sarana untuk menyampaikan ide paslon capres-cawapres untuk indonesia 5 tahun ke depan.

Ada banyak isu kampanye yang diangkat dan ditawarkan ke publik oleh kedua pasangan capres-cawapres tersebut. Secara garis besar ada sepuluh isu yang coba digali secara lebih mendalam oleh kedua pasangan tersebut. Sepuluh isu tersebut adalah gender dan perempuan, keberagaman, korupsi, keadilan hukum, lingkungan hidup, ekonomi, demokrasi dan HAM, bencana alam, hoax dan serta disabilitas.

Dari beragam isu tersebut, kedua kontestan merangkumnya ke dalam visi dan misi kampanye. Masyarakat sebagai sasaran kampanye diberikan pilihan diantara dua opsi yang ditawarkan oleh kedua pasangan. Formulasi isu kampanye yang tertuang di dalam visi misi  tersebut nanti diharapkan mampu mengakomodasi segala persoalan di negara ini.

Sebagai subyek yang diharapkan untuk menggunakan hak pilih pada pemilu mendatang, masayarakat wajib untuk mengetahui dengan seksama prorgam-program apa saja yang dibawa oleh setiap pasangan. Masyarakat diharapkan memiliki peran serta aktif untuk mengawasi kampanye pilpres agar sesuai dengan peraturan yang berlaku. Apabila ditemukan adanya pelanggaran kampanye, siapapun termasuk masyarakat umum berhak untuk melaporkannya ke Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu).

www.iklancapres.id

Masih maraknya kampanye hitam dan hoax yang terdapat dalam kampanye pilpres 2019 memaksa masyarakat untuk berpikir cerdas dan kritis terhadap kampanye yang dilakukan oleh kedua pasangan capres dan cawapres. Dengan akses informasi yang mudah didapat pada zaman sekarang, masayarakat harus menelaah dahulu segala informasi yang didapat sebelum menerima dan menyebarkannya ke orang lain (saring sebelum sharing). Di sisi lain, pihak yang berkompetisi dalam pilpres juga dituntut untuk dapat memberikan pendidikan politik yang cerdas kepada calon pemilihnya. Kampanye yang dilakukan harus meninggalkan hal-hal yang bersifat black campaign dan tidak mendidik bagi masyarakat.

Jika kedua pihak yang terlibat di dalam pesta demokrasi lima tahunan dapat mengerti hak dan kewajibannya secara proporsional, pemilu mendatang dapat menjadi model pemilu ideal untuk periode-periode mendatang. Perlunya kesadaran publik dan para elit politik untuk bersinergi mewujudkan suatu pemilu yang bebas, rahasia, jujur dan adil sehingga didapatkan sosok pemimimpin yang terpilih melalui proses yang benar dan sesuai dengan harapan masyarakat.


Apakah anda memiliki pandangan atau opini yang ingin anda tampilkan di website ini? mari bergabung bersama kami dan tulis opini anda terkait Iklan capres dan kampanye capres.
Kirim Opini Anda





Opini Anda Lainnya