Tentang Iklan Capres
Tujuan dan Latar Belakang

Tujuan dan Latar Belakang
Website ini dibangun untuk menayangkan data belanja iklan setiap calon presiden dan calon wakil presiden peserta Pemilihan Presiden 2019. Media Iklan yang dipantau adalah televisi,  dan media cetak (koran) di 3 kota, yaitu DKI Jakarta, Makassar, dan Banjarmasin.
 
Tujuan utamanya adalah untuk membantu upaya-upaya analisis, kritik, dan pemantauan terhadap perilaku beriklan para capres, dalam hal ini terutama melalui pengamatan terhadap belanja iklan capres di media massa.
 
Data dan informasi dari website ini utamanya digunakan sebagai salah satu acuan bagi ICW (Indonesia Corruption Watch) dalam mengawasi kedua pasangan capres-cawapres. Namun, tentu saja pihak-pihak selain ICW dapat, dan bahkan sangat diharapkan, memanfaatkan data yang ada di website ini. Misalnya, pengamat politik, akademisi, organisasi masyarakat sipil, dan termasuk para awak media massa.
 
Oleh karena itu, target sasaran dalam launching website ‘Pemantauan Belanja Iklan Capres’ ini adalah:

1. Wartawan media massa, baik cetak maupun elektronik
2. Tim sukses pasangan capres
3. Publik pengguna aktif internet seperti blogger dan facebooker
4. Aktivis Organisasi Masyarakat Sipil yang concern pada isu korupsi, transparansi, pemilu bersih, keterbukaan media, informasi/komunikasi dan internet

Kerja sama dengan Mitra-mitra di Daerah
 
Untuk kerja pemantauan iklan di media massa daerah, SatuDunia bekerja sama dengan lembaga-lembaga di dua kota daerah sasaran, yaitu:

1. Walhi Kalimantan Selatan (Banjarmasin)
2. Jurnal Selebes (Makassar)
 
Untuk DKI atau media massa nasional, pemantauan langsung dilakukan oleh SatuDunia.
 
Adapun media yang dipantau adalah:
 

Area TV   Koran
Jakarta 1. Metro TV
2. TVONE
3. TVRI
4. RCTI
5. SCTV
6. Trans 7
7. Indosiar
8. Transtv
9. Anteve
10. Global TV
  1. Jawa post
2. Media Indonesia
3. Republika
4. Sindo
5. Kompas
6. Bisnis Indonesia
7. Poskota
8. Jakarta post
       
Banjarmasin 1. TV B (Borneo)
2. Duta TV
3. Banjar TV
  1. B post
2. Radar banjarmasin (jawa post)
3. Media Kalimantan
4. Mata Banua
Makassar 1. Makassar TV
2. Fajar TV
3. Celebes TV
4. Sun TV
  1. Fajar
2. Tribun Timur
3. Rakyat Sulsel
4. The New Cakrawala
       







































Latar Belakang Pembuatan Website
 
Pada tahun 2019 ini Indonesia kembali menyelenggarakan pemilihan umum presiden (pilpres) secara langsung. Ini adalah sebuah tahapan demokrasi di Indonesia setelah berakhirnya rezim Orde Baru pada tahun 1998.

Setelah berakhirnya Orde Baru, Indonesia mengalami fase demokrasi. Selain diselenggarakan pemilu langsung secara rutin, tahapan demokrasi di Indonesia juga ditandai dengan dibukanya kembali kran kebebasan pers. Bermunculanlah media massa, baik cetak maupun elektronik, yang menjadi pilar demokrasi ke empat.

Seiring dengan perjalanan waktu, kepemilikan media massa di negeri ini mulai terkonsentrasi pada segelintir orang-orang kaya yang juga memiliki hubungan dengan partai politik dan kekuasaan. Dimulailah era konglomerasi media di negeri ini. Di tengah situasi media massa seperti itulah Pilpres 2019 digelar.

Pilpres langsung tentu saja membutuhkan banyak sekali biaya kampanye bagi para kandidat calon presiden (capres). Salah satu biaya kampanye itu adalah iklan politik di media massa. Di tengah kebutuhan biaya iklan politik yang besar dan konglomerasi media massa di Indonesia itulah potensi kecurangan dan juga korupsi politik mulai muncul. Potensi ‘korupsi politik’ itu dapat dideteksi melalui kesesuaian belanja iklan politik di media massa dengan anggaran kampanye masing-masing capres yang dilaporkan pada Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Masyarakat dapat mencegah terjadinya korupsi itu melalui pemantauan terhadap iklan capres di media massa dan membandingkannya dengan anggaran kampanye capres yang telah terpublikasi. Terkait dengan itulah, website ‘Pantau Iklan Capres www.iklancapres.id ini diluncurkan.

Semoga berguna bagi banyak pihak.

Untuk mengirim kritik dan saran, mohon hubungi info [at] iklancapres [dot] org